Senin, 29 April 2013

Penyebab Kulit Wajah Berminyak



Timbulnya kulit wajah berminyak dan kusam adalah salah satu masalah yang sering muncul ketika kita menginjak dewasa atau dalam masa-masa itu.Hal tersebut membuat raut wajah tampak kusam, terlebih di lingkungan yang kotor dan berdebu. Dengan mudah kotoran akan menempel kulit kita, yang nantinya bisa memunculkan komedo dan jerawat.

Berikut ini adalah penyebab timbulnya minyak pada kulit wajah

1. Gen Keturunan
Faktor keturunan sangat berpengaruh terhadap fisik dan sifat anak. Jadi jika salah satu orang tua anda wajahnya berminyak dan anda pun begitu, berarti penyebab muka anda berminyak adalah dari gen keluarga.

2. Hormon
Ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh kita dapat memicu wajah menjadi berminyak. Hal ini terutama terjadi ketika seseorang pada masa puber maupun kehamilan.

3. Pola Hidup
Pola hidup yang tidak sehat tentu berakibat langsung pada kondisi fisik tubuh anda, salah satunya menjadikan wajah tidak sehat. Kebiasaan ini seperti jarang berolahraga, mengkonsumsi alkohol dan obat-abatan.

4. Pola Makan
Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berlemak tinggi, mengandung minyak dan santan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar minyak di dalam tubuh anda. Dalam hal ini juga anda kurang mengkonsumsi vitamin dan nutrisi.

5. Kosmetik
Kesalahan memilih kosmetik yang sesuai dengan kondisi kulit muka akan mengakibatkan kerusakan wajah anda. Terlebih merek kosmetik tersebut mengandung zat-zat berbahaya.


Es Skating


Cahaya matahari sudah terang ketika aku bangun dari tidurku sejak subuh tadi , saat itu waktu menunjukan  jam 9 tepat. Aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan bersiap utuk pergi bersama teman ke mall Taman Anggrek. Setelah selesai mandi aku menggunakan pakaian yang layak, serta memakai jam tangan agar aku bisa melihat waktu. Kemudian kukeluarkan motor kesayanganku dan mulai menyalakannya agar mesin menjadi panas dan tidak mendapat kendala saat di perjalanan nanti. Selagi menunggu mesin motorku panas aku menggunakan kaos kaki beserta sepatu yang biasa kupakai. Beberapa menit kemudian motor sudah siap untuk kugunakan pergi dan aku mengenakan jaket serta helm. Tak lupa aku berdoa sebelum berangkat untuk kelancaran perjalananku ini dan akupun berangkat.
Satu setengah jam kemudian aku sudah sampai di Jalan Thamrin untuk memutar balik menuju mall yang ingin aku datangi. Sekian lama berjalan mall yang aku cari tidak kutemukan, aku memutuskan berhenti sejenak untuk bertanya kepada petugas keamanan dari salah satu gedung yang ada disana. Ternyata aku salah memutar balik dan seharusnya lurus saja untuk menemukan mall tersebut. Batinku tertawa saat itu, padahal aku sudah beberapa kali main di mall itu tapi masih saja aku tersesat seperti ini. Aku mulai melanjutkan perjalanan kembali mengikuti petunjuk yang diberikan bapak tadi. Beberapa saat kemudian aku melihat gedung dari mall tersebut dari kejauhan, dan menyusuri jalan yang aku lihat mengarah ke gedung tersebut.
Ternyata jalan yang kulewati adalah jalan tol, aku mengetahuinya setelah ada seseorang yang meneriakiku serta memberitahu,  aku bingung dan memutuskan untuk memutar balik melawan arah. Sesaat kemudian ada seorang polisi menghampiri aku dan memintaku untuk menunjukan STNK serta SIM yang kupunya. Polisi itu menyita surat-surat itu, dan menyuruhku untuk mengikutinya. Akhirnya aku menuju pos polisi yang berada di daerah itu, memakirkan motor dan masuk kedalam pos. Aku paham atas kesalahanku melewati jalan yang tidak seharusnya aku lewati, tapi aku sedikit geram karna tidak ada rambu yang terlihat sehinggan aku tidak mengetahui bahwa jalan itu adalah jalan khusus pengguna mobil. Didalam pos polisi aku membicarakan hal ini dengan polisi, tetap saja aku ditilang atas kesalahanku tadi.
Setelah berdebat cukup lama dengan polisi tersebut, kemudian dia menyerahkan surat-surat itu kepada polisi lain yang ada disitu. Aku memulai kembali pembicaraan dengan polisi yang baru kulihat ini untuk menyelesaikan masalah. Sejenak aku berpikir akan menjadi sulit jika aku mengikuti sidang karna aku tidak mengetahui dimana tempat pelaksanaan sidang tersebut. Polisi tersebut memberikan pilihan mau mengikuti sidang di tempat yang sudah ditentukan oleh polisi tersebut atau berdamai. Dengan berfikir dengan matang aku memilih pilihan yang kedua, karna banyak kesulitan yang akan kutemui jika aku memilih mengikuti sidang. Setelah menyelesaikan masalah tersebut aku melanjutkan perjalananku dangan lebih hati-hati.





Akhirnya aku tiba di Mall Taman Anggrek dan langsung menuju tempat parkir motor yang ada di mall tersebut. Setelah memarkirkan motor aku berjalan kedalam mall untuk menemui teman-teman. Sesaat kemudian aku berfikir akan lebih baik jika aku sholat dzuhur terlebih dahulu agar hati terasa tenang. Aku berbalik arah dan pergi meninggalkan mall menuju mushola yang letakya berdekatan dengan tempat parkir mobil. Setelah sholat aku menghubungi temanku yang sudah berada didalam mall, ternyata mereka sedang bermain es skating. Langsung saja aku masuk kedalam mall menuju tempat bermain es skating. Sesampainya di tempat tersebut aku memastikan dulu bahwa temanku masih ada dengan melihatnya. Sejauh mata memandang tidak terlihat wajah teman-temanku, aku hubungi mereka ternyata sedang istirahat di ruang tunggu. Kemudian aku membeli tiket masuk untuk bermain es skating, dan menemui teman-teman. Saat itu pelapisan es sedang berlangsung, aku harus menunggu untuk bermain es skating. Kuisi waktu menunggu dengan mengobrol dengan temanku yang sudah lama bermain sejak tadi. Lama juga waktu yang kuhabiskan untuk menyelesaikan masalah di pos polisi tadi.
Pelapisan es sudah selesai, kami mulai bermain es skating dengan berhati-hati karna es dalam keadaan licin. Aku mulai bermain sambil memegang pagar besi yang telah disediakan sebagai fasilitas di tempat itu. Belum begitu lancar aku memainkan es skating ini sehingga pergerakanku tidak bebas seperti biasanya. Banyak orang yang terjatuh saat bermain es skating selain diriku, tapi tidak sedikit pula yang mahir dalam melakukan gerakan sulit. Kuperhatikan orang yang mahir tersebut untuk mengetahui bagaimana cara memainkannya dengan benar. Kurasa aku sudah meketahui tekhnik meluncur, saatnya untuk mencoba apa yang telah aku lihat barusan. Ternyata cukup sulit untuk melakukan apa yang aku pikirkan, tidak semudah apa yang kulihat tadi. Membutuhkan latihan yang banyak agar mahir seperti orang yang kulihat tadi.



Beberapa jam kemudian beberapa temanku pamit lebih dulu karena mereka ada keperluan lain. Aku maklumi mereka sudah lama berada disini sebelum aku datang. Belum puas rasanya aku bermain, untung masih ada salah satu temanku yang masih mau menemaniku bermain es skating. Setelah temanku pamit aku melanjutkan bermain kembali dan melanjutkan usahaku untuk mahir memainkan es skating. Beberapa lama aku mencoba akhirnya aku mulai lancar bermain walaupun hanya bisa sedikit tapi aku senang. Temanku mengajak pulang setelah capek bermain es skating, aku pun sudah merasa puas bermain es skating hari ini. Kami melepaskan sepatu dan mengambil barang-barang yang dititipkan dan keluar dari arena bermain es skating. Setelah itu kami ke tempat parkir untuk mengambil motor dan pulang menuju rumah masing-masing.

Senin, 18 Maret 2013

Juventus FC


              Juventus Football Club biasa disebut sebagai Juventus yang populer dengan nama Juve, merupakan sebuah klub sepak bola profesional asal Italia yang berbasis di kota Turin. Klub ini didirikan pada 1897 dan telah mengarungi beragam sejarah manis, dengan pengecualian kejadian musim 2006-2007, di Liga Italia Seri-A. Klub ini semdiri merupakan salah satu anak perusahaan dari FIAT Grup, yang saat ini dimiliki oleh keluarga Agnelli, dan membawahi perusahaan-perusahaan lain seperti Fiat Auto,obile. Tim F1 Scuderia Ferrari, Ferrari Corse, dan Maserati Automobile.

          Juventus merupakan klub tersukses dalam sejarah Liga Italia Seri-A dengan raihan 28 gelar juara (Scudetto) dan juga tercatat sebagai salah satu klub tersukses di dunia. Merujuk pada Federasi Sejarah & Statistik Sepak Bola Internasional, sebuah organisasi internasional yang berfiliasi pada FIFA, Juventus menjadi klub terbaik Italia pada abad 20, dan menjadi klub terbaik Italia kedua di Eropa dalam waktu yang sama. Secara keseluruhan, klub ini telah memenangi 52 kejuaraan resmi. Dengan rincian 41 di Italia, dan 11 di zona UEFA dan dunia. Sekaligus menjadikan klub tersukses keempat di Eropa, dan ketujuh di dunia, dengan gelar-gelar dunia yang diakui oleh enam organisasi konfederasi sepak bola, dan tentunya FIFA.

Klub ini menjadi klub pertama Italua dan Eropa Selatan yang berhasil memenangi gelar Piala UEFA (sekarang namanya menjdi Liga Europa). Pada 1985, Juventus menjadi satu-satunya klub dunia yang berhasil memenangi seluruh kejuaraan piala internasional dan kejuaraan liga nasional, dan menjadi klub Eropa pertama yang mampu menguasai semua kejuaraan UEFA salam satu musim. Juventus juga menjadi salah satu klub sepak bola Italia dengan jumlah fans terbesar, dan diperkirakan ada 170 juta orang didunia yang juga menjadi fans Juve. Klub ini menjadi salah satu pencipta ide European Club Association, yang dulu dikenal dengan nama G-14 yang berisikan klub-klub kaya Eropa. Klub ini juga menjadi penyumbang terbanyak pemain untuk tim nasional Italia.

Sejak 2006 klub ini bermarkas di Stadio Olimpico di Torina yang menggatikan markas sebelumnya yaitu Delle Alpi yang dirobohkan dan dibangun ulang sebagai stadion baru bernama Juventus Arena. Juventus resmi memakai stadion baru mereka tersebut pada awal september 2011.



Minggu, 17 Maret 2013

LABORATORIUM SI


Hari sudah menunnjukan jam 12 tepat ketika aku sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju kampus dalam rangka menghadiri kegiatan praktik. Tak lupa saya menggunakan pakaian yang rapi karna selama aku harus menggunakan kemeja dan celana bahan untuk memasuki ruangan. Peraturan tersebut yang membuat ruangan ini berbeda dari ruangan lain di seluruh kampus Gunadarma. Setelah pakaian sudah terlihat rapi kemudian aku menyiapkan peralatan yang akan aku bawa. Memasukkan semuat alat kedalam tas ransel, agar dapat memuat itu semua. Setelah aku perhatikan ternyata ada tugas yang belum aku masukkan kedalam tas, yaitu laporan pendahuluan dan laporan akhir. Kemudian aku cari di tumpukan buku yang ada di meja belajarku.

Rasa lega kurasakan setelah sekian lama aku mencari akhirnya kutemukan apa yang aku cari. Langsung saja aku masukkan kedalam tasku agar tidak tertinggal. Kupikir sudah lengkap peralatan yang kubutuhkan untuk melengkapiku melaksanakan kegiatan praktikum. Kemudian kukeluarkan motor kesayanganku dan mulai menyalakannya agar mesin menjadi panas dan tidak mendapat kendala saat di perjalanan nanti. Selagi membiarkan mesin motorku panas lantas aku lekas menggunakan kaos kaki beserta sepatu yang biasa kupakai. Beberapa menin kemudian motor sudah siap untuk kugunakan pergi ke kampus dan aku pun berangkat dengan mengenakan helm serta jaket.

Setengah jam kemudian aku tiba di Universitas Gunaadarma tepatnya di kampus E Kelapa Dua, Depok. Aku memarkirkan motor dan langsung menuju gedung 5 tempat dimana ruang praktikum berada. Tiba di depan ruang praktikum, aku menemui teman-temanku yang sudah datang lebih dulu daripada aku. Tak lama setelah berbincang-bincang tiba waktunya untuk memasuki ruangan untuk melaksanakan kegiatan praktikum. Kami masuk dan duduk di kursi masing-masing dengan tertib, sebelum itu kami mengumpulakan tugas kami ke meja asisten laboratorium untuk diperikasa kebenarannya.

Sesaat kemudian ada seorang asisten yang mementori kami untuk menjelaskan bahwa materi yang akan kami pelajari hari ini adalah MySQL. MySQL merupakan suatu program pengakses database yang bersifat network. Dengan mempunyai sifat tersebut program ini memiliki kelebihan dapat digunakan untuk aplikasi multi user.
Setelah sekian banyak materi yang telah kami dengarkan, asisten tersebut memberikan perintah kepada kami  dan memulai praktikum untuk membuka mozila dan mengetik http://localhost/phpmyadmin. Setelah itu kami disuruh menciptakan database baru dan membuat tabel yang diperintahkan oleh asisten. Disaat kami melakukan kegiatan praktikum tak ada bosannya asisten membimbing kami untuk mengerjakan tugas.

Beberapa jam tak terasa telah kami lalui bersama, tiba saat waktu praktikum kami hari ini selesai. Kami di beri tugas dari dosen untuk mengerjakannya lalu dikumpulkan pada minggu depan. Asisten mentoring telah mnutup kegiatan praktikum hari ini dan mempersilahkan kami keluar dari ruangan tersebut. Kami keluar ruangan dengan tertib seperti saat kami masuk beberapa jam yang lalu. Aku dan teman-teman mulai bubar untuk pulang ke rumah masing-masing.

Kamis, 21 Juni 2012

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN TASIKMALAYA 2004 – 2006


Nama Kelompok :
Adi Prasetyanto (18110848)
Laksa Agung Prabowo (13110956)
Gendian Barran Permana (12110971)

Kelas : 2KA11


PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN TASIKMALAYA  2004 – 2006



KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Alloh SWT, publikasi PDRB Menurut
Lapangan Usaha Tahun 2006 Kabupaten Tasikmalaya telah dapat diterbitkan, salah satu tujuan
penerbitan buku ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi di wilayah
Kabupaten Tasikmalaya oleh karena itu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perlu
diterbitkan secara berkala dan berkesinambungan. Dan dalam publikasi PDRB Tahun 2004-2006
mulai disajikan per Kecamatan dengan diikutsertakan uraian/analisis sektoral secara singkat.
PDRB Kabupaten Tasikmalaya Menurut Lapangan Usaha Tahun 2004–2006 ini merupakan
publikasi kedua dengan perubahan Tahun Dasar, dari Tahun Dasar 1993 menjadi Tahun Dasar
2000, sesuai dengan dunia internasional bahwa mulai Tahun 2005, PDRB harus sudah
menggunakan Tahun Dasar 2000.
Dengan terbitnya publikasi ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi semua pihak,
baik instansi pemerintah maupun swasta sebagai dasar perencanaan pelaksanaan program kerja.
Akhirnya kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penghitungan serta penerbitan publikasi ini, dengan harapan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Tasikmalaya, Desember 2007

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR                                            ii
DAFTAR ISI                                                   iii-iv

BAB I. PENDAHULUAN                                       1
1.1. Latar Belakang                                                              1
1.2. Kegunaan Data PDRB                                                    1
1.2.1. Pertumbuhan Ekonomi                                                 1
1.2.2. Peranan Sektor                                                         2
1.2.3. Tingkat Kemakmuran Masyarakat                               2
1.2.4. Tingkat Inflasi                                                          2
1.2.5. Pertumbuhan Ekonomi                                                2
1.2.6. Struktur Ekonomi                                                      2

BAB II. KONSEP DAN DEFINISI                           3
2.1. Umum                                                                         3
2.2. Konsep Domestik dan Regional                                      3
2.3. Produk Domestik dan Produk Regional                           3
2.4. Penduduk                                                                    4
2.5. Barang dan Jasa                                                         4
2.6. Penilaian                                                                     5
2.7. Output                                                                       5
2.8. Biaya Antara                                                               7
2.9. Nilai Tambah                                                               7
2.10. Konsep Pendapatan Regional                                        7
2.10.1. PDRB Atas Dasar Harga Pasar                                  7
2.10.2. PDRN Atas Dasar Harga Pasar                                 8
2.10.3. PDRB Atas Dasar Harga Biaya Faktor                       8
2.10.4. Pendapatan Regional                                                8
2.10.5. Pendapatan Perorangan (Personal Income) dan
Pendapatan yang Siap dibelanjakan (Disposable Income)       9
Daftar Pustaka                                                                 10



BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dengan makin pesatnya pembangunan nasional yang dilakukan secara berkesinambungan maka
keberadaan indikator ekonomi makro makin dibutuhkan, tidak saja di tingkat pusat tetapi sampai tingkat
kabupaten. Apalagi sejak diberlakukannya UU No. 22 yang mengakibatkan kabupaten/kota menjadi daerah
otonom. Meskipun disadari bahwa kebutuhan data untuk masing-masing daerah otonom cukup beragam.
Pada hakekatnya pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha yang bertujuan untuk
meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan hubungan ekonomi
antar daerah dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor tersier.
Salah satu indikator ekonomi makro adalah laju pertumbuhan ekonomi. PDRB atau Produk
Domestik Regional Bruto adalah suatu besaran untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu daerah, tingkat
inflasi (produsen) bahkan bisa melihat PDRB perkapita di daerah tersebut.
Karena kebutuhan tentang informasi tersebut diatas maka penghitungan PDRB untuk tiap
kabupaten/kotamadya menjadi sangat penting. Oleh sebab itu Kabupaten Tasikmalaya, berusaha
menghitung PDRB Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2004-2006, yang merupakan kelanjutan dari
penghitungan tahun-tahun sebelumnya.

1.2. Kegunaan Data PDRB
PDRB adalah penjumlahan nilai tambah yang diciptakan oleh faktor produksi, dengan demikian
PDRB merupakan gambaran nyata hasil aktifitas pelaku ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa.
Indikator ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi perkembangan ekonomi dan sebagai landasan
penyusunan perencanaan pembangunan ekonomi.
Secara garis besar, angka PDRB mempunyai kegunaan sebagai indikator :
a. Pertumbuhan ekonomi daerah
b. Peranan sektor lapangan usaha terhadap perekonomian suatu daerah
c. Tingkat kemakmuran masyarakat
d. Tingkat inflasi (kenaikan harga secara umum) dari sisi produsen

1.2.1. Pertumbuhan ekonomi
Angka PDRB biasa disajikan dalam bentuk data series (deret waktu). Dengan mengikuti
perkembangan data PDRB dari tahun ke tahun dapat diperoleh gambaran apakah perekonomian
tumbuh secara positif atau negatif. Pertumbuhan ini tidak hanya dilihat dari total PDRB-nya saja, tetapi
dilihat pula untuk masing-masing lapangan usaha atau sektoral sehingga akan terlihat, sektor mana
yang tumbuh dengan cepat, lambat atau bahkan turun.

1.2.2. Peranan Sektor
Struktur ekonomi tidak terlepas dari besarnya nilai tambah yang dihasilkan oleh unit-unit
ekonomi yang dikelompokkan menurut sektor lapangan usaha. Dengan demikian besarnya peranan
masing-masing sektor, tergambarkan oleh besarnya kontribusi PDRB sektor tersebut terhadap total
PDRB (tabel distribusi persentase PDRB).
Persentase ini biasanya dari tahun ke tahun akan bergeser, salah satu sektor mengalami
kenaikan, sedangkan sektor lainnya ada yang turun. Komposisi persentase sektoral ini memberikan
gambaran tentang struktur ekonomi suatu daerah, apakah termasuk daerah agraris, industrialis atau
lainnya.

1.2.3. Tingkat Kemakmuran Masyarakat
Pertumbuhan ekonomi suatu daerah akan tidak banyak berarti jika tidak dapat mengimbangi
pertumbuhan penduduknya. Dengan demikian persentase pertumbuhan ekonomi harus di atas
pertumbuhan jumlah penduduk. Karena indikator tingkat kemakmuran masyarakat dapat dilihat dari
PDRB per kapita.
Jika PDRB per kapita naik, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi
masyarakat meningkat juga, demikian pula sebaliknya.

1.2.4. Tingkat Inflasi
Angka PDRB, biasa ditampilkan dalam dua versi yaitu atas dasar harga konstan dan atas dasar
harga berlaku. PDRB atas dasar harga konstan, dinilai dengan harga tahun dasar, maka pertumbuhan
yang digambarkan adalah pertumbuhan riil, sedangkan PDRB atas dasar harga berlaku dinilai dengan
harga yang berlaku pada tahun tersebut, akibatnya pertumbuhan yang terjadi bukan lagi merupakan
pertumbuhan riil, tetapi sudah dipengaruhi oleh kenaikan harga dan sebagainya.
Indeks harga implisit merupakan indeks yang disusun dari PDRB atas dasar harga berlaku
dibagi PDRB atas dasar harga konstan. Pertumbuhan dari angka indeks ini (indeks berantainya) dapat
memberikan indikator tentang kenaikan harga secara umum (tingkat inflasi) dari sisi produsen. Bila
dilihat persektor, maka dapat diketahui sektor atau lapangan usaha mana yang mengalami kenaikan
harga sangat tinggi.

1.2.5. PERTUMBUHAN EKONOMI
Salah satu dimensi sasaran pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi
bisa dilihat dengan pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000
Perumbuhan Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya dan perbandingannya dengan Propinsi Jawa Barat
dapat dilihat pada tabel A.
Tabel A : Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya,
Dan Propinsi Jawa Barat Tahun 2004 – 2006 (Persen)
Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)
TAHUN
Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat
(1)                                    (2)                                    (3)
2004                                3,52                                 5,16
2005                                3,83                                 5,47
2006                                4,01                                  6,30


Dari tabel A di atas terlihat bahawa laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya tahun 2006
mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 4,01 persen, hal ini disebabkan oleh naiknnya produksi
yang menyumbang cukup besar bagi PDRB Kabupaten Tasikmalaya yaitu sektor Pertanian, Perkebunan,
Peternakan, Kehutanan dan Perikanan diantaranya sub sektor Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan
Perikanan terutama sub sektor Tanaman Bahan Makanan.

1.2.6. STRUKTUR EKONOMI

Struktur Ekonomi secara kuantatif bisa digambarkan dengan menghitung besarnya persentase
peranan nilai tambah bruto dari masing-masing sektor terhadap nilai total Produk Domestik regional Bruto
(PDRB).
Untuk melihat struktur ekonomi Kabupaten Tasikmalaya dan perbandingannya dengan
Propinsi Jawa Barat, perhatikan tabel C di bawah ini.
Tabel: Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Tasikmalaya dan
Propinsi Jawa Barat Adh Berlaku Tahun 2006 (Persen)
Distribusi Persentase (%)
Sektor                      Kab.Tasikmalaya                        Prop. Jawa Barat
(1)                                    (2)                                   (3)
1. Pertanian, Peternakan,Perkebunan,
Kehutanan,Perikanan            45,31                              11,74
2. Pertambangan dan Penggalian 0,25                          0,23
3. Industri Pengolahan               7,48                         44,83
4. Listri, Gas dan Air Minum       1,00                          2,83
5. Bangunan                               5,35                        3,20
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 21,93                  20,48
7. Pengangkutan dan Komunikasi 4,62                         6,20
8. Keuangan, Persewaan dan Jasa 3,42                       2,84
9. Jasa-jasa                              10,27                       7,64

Dari tabel terlihat bahwa sektor Pertanian adalah sektor yang paling dominan dalam
pembentukan PDRB Kabupaten Tasikmalaya, besarnya peranan sektor Pertanian pada tahun 2006 sebesar
45,31 persen. Sektor Perdagangan,Hotel dan Restoran peranannya sebesar 21,93 persen dan merupakan
sektor kedua terbesar setelah sektor Pertanian. Sektor Jasa-jasa peranannya sebesar 10,27 persen dan
merupakan sektor ketiga setelah sektor Pertanian dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran.
Secara umum perekonomian Kabupaten Tasikmalaya masih didominasi oleh sektor Pertanian.
Kabupaten Tasikmalaya masih daerah Agraris.
Dalam publikasi ini, juga ditampilkan tabel- tabel yang berisi pengelompokan sektor-sektor yang
termasuk dalam penghitungan PDRB ke dalam 3 ( tiga ) sektor yaitu :
1. Sektor Primer : Sektor yang tidak mengolah bahan baku melainkan hanya mendayagunakan sumber -
sumber alam seperti tanah dan segala yang terkandung didalamnya. Sektor ini meliputi sektor
Pertanian serta sektor Pertambangan dan pengalian.
2. Sektor Sekunder : Sektor yang mengolah bahan baku baik dari sektor Primer maupun sektor
sekunder itu sendiri, menjadi barang lain yang lebih tinggi nilainnya. Sektor ini meliputi sektor
Industri pengolahan, sektor Listrik, Gas dan Air Minum serta sektor Bangunan. 3. Sektor Tersier : Sektor yang produksinya bukan dalam bentuk fisik, melainkan Sektor
Pengangkutan dan Komunikasi, serta sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan serta
Sektor Jasa-jasa.


BAB II KONSEP DAN DEFINISI

2.1. UMUM
Untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kegiatan-kegiatan ekonomi dalam suatu negara
atau region dapat dilihat melalui neraca ekonominya. Sedangkan penyajiannya dapat dibuat dalam berbagai
bentuk sesuai dengan tujuan penggunaannya. Dalam bab ini akan diuraikan konsep dan definisi yang
digunakan untuk menghitung pendapatan regional.
Perhitungan pendapatan regional adalah bentuk perhitungan yang memberikan gambaran
menyeluruh mengenai produk barang dan jasa yang ditimbulkan dan digunakan dalam kegiatan ekonomi
selama satu periode tertentu, biasanya satu tahun.

2.2. KONSEP DOMESTIK DAN REGIONAL
Dalam konsep pendapatan hanya digunakan konsep "domestik" yang berarti seluruh nilai tambah
yang ditimbulkan oleh berbagai kegiatan ekonomi disuatu wilayah atau region Kabupaten/Kotamadya
tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksinya.
Pengertian "region" di sini dapat merupakan Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten/Kotamadya) dan
daerah administrasi yang lebih rendah. Dengan kata lain PDRB menunjukkan kemampuan suatu daerah
dalam menghimpun pendapatan/balas jasa kepada faktor produksi yang ikut dalam proses di daerah
tersebut.

2.3. PRODUK DOMESTIK DAN PRODUK REGIONAL
Jika seluruh produk barang dan jasa yang diproduksi di wilayah domestik tanpa memperhatikan
faktor produksinya berasal dari luar region atau dimiliki oleh penduduk region tersebut, maka merupakan
produk domestik region yang bersangkutan. Pendapatan yang timbul karena adanya kegiatan produksi
tersebut merupakan pendapatan domestik. Wilayah domestik suatu region meliputi wilayah yang berada di
dalam batas geografis region tersebut. Kenyataan menunjukkan ada sebagian dari faktor produksi yang
digunakan dalam kegiatan produksi di suatu region berasal dari region lain dan sebaliknya ada faktor
produksi yang dimiliki region tersebut turut dalam proses produksi di region lain. Hal ini menyebabkan
nilai produk domestik di suatu region tidak sama dengan pendapatan yang diterima penduduk region
tersebut.
Adanya arus pendapatan yang mengalir antar region ini (termasuk dari/ke luar negeri) yang
umumnya berupa upah gaji, bunga, deviden dan keuntungan, menimbulkan perbedaan antara produk
domestik dan produk regional. Produk regional adalah produk domestik ditambah pendapatan dari luar
region dikurangi pendapatan yang dibayarkan ke luar region tersebut. Jadi produk regional merupakan
produk yang ditimbulkan oleh faktor produksi yang dimiliki oleh penduduk suatu region tanpa
memperhatikan di mana terjadinya proses produksi.

2.4. PENDUDUK
Penduduk suatu region adalah individu atau rumah tangga yang bertempat tinggal tetap di
wilayah domestik region tersebut, kecuali :
1) Wisatawan asing dan wisatawan domestik region lain yang tinggal di domestik region
tersebut kurang dari enam bulan dan bertujuan untuk bertamasya atau berlibur, berobat,
beribadah, kunjungan keluarga, pertandingan olah raga nasional atau internasional, konferensi
atau pertemuan rapat lainnya dan kunjungan, dalam rangka belajar atau melakukan penelitian.
2) Awak kapal laut dan pesawat udara luar negeri dan luar region yang kapalnya masuk dok
atau singgah di region tersebut.
3) Pengusaha asing dan pengusaha region lainnya yang berada di daerah tersebut kurang dari
enam bulan, pegawai perusahaan asing dan pegawai perusahaan region lainnya yang
berada di domestik region tersebut kurang dari enam bulan. Misalnya untuk membangun
jembatan dengan membeli peralatan dari mereka.
4) Pekerja musiman yang bekerja dan bertempat tinggal di domestik region tersebut.
Tujuannya hanya sebagai pekerja musiman. Anggota diplomatik dan konsulat yang
ditempatkan di domestik region tersebut.
5) Pegawai badan internasional / nasional yang bukan penduduk daerah tersebut
untuk melakukan misi selama kurang dari enam bulan.
Orang-orang yang tersebut di atas dianggap sebagai penduduk dari negara atau region dimana dia
tinggal. Data penduduk yang digunakan dalam penghitungan PDRB Kabupaten Tasikmalaya tahun 2003-
2005 adalah data penduduk terbaru berdasarkan hasil Registrasi Penduduk dan Angka Proyeksi Penduduk
Kabupaten Tasikmalaya.

2.5. BARANG DAN JASA
Barang dan jasa diproduksi untuk dikonsumsi, barang adalah produksi yang berbentuk fisik
sedangkan jasa adalah produksi yang tidak berbentuk fisik. Barang dan jasa diproduksi melalui suatu proses produksi atas peran serta faktor produksi yang terdiri dari tanah, tenaga kerja, modal dan wiraswasta.
Proses produksi didefinisikan sebagai suatu proses yang menciptakan atau menambah nilai kegunaan
atau manfaat baru (secara umum disebut nilai tambah).
Pada dasarnya barang dan jasa digunakan sebagai bahan dan alat, baik oleh rumahtangga
maupun produsen. Disebut sebagai bahan, apabila habis sekali pakai dalam proses produksi dan disebut
sebagai alat, apabila dapat dipakai berkali-kali dalam proses produksi. Seluruh jasa pada umumnya habis
sekali pakai dalam proses produksi maupun konsumsi. Barang yang diproduksi/digunakan dapat
dibedakan antara barang tahan lama dan barang tidak tahan lama.
Barang dan jasa menurut penggunaannya dibedakan sebagai berikut :
1) Barang dan jasa untuk permintaan antara yaitu barang dan jasa yang digunakan sebagai biaya
antara di dalam proses produksi.
2) Barang dan jasa untuk permintaan akhir yaitu barang dan jasa yang digunakan untuk
permintaan akhir, antara lain digunakan sebagai barang konsumsi, barang modal dan
ekspor.

2.6. PENILAIAN
Barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen dinilai atas dasar harga produsen. Harga produsen
adalah suatu tingkat harga yang diterima oleh produsen yang terjadi pada transaksi pertama.
Harga produsen meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan oleh produsen untuk memproduksi
barang dan jasa termasuk keuntungan normal dan pajak tidak langsung neto.
Harga produsen tidak termasuk margin perdagangan dan biaya pengangkutan, karena margin
perdagangan dan biaya pengangkutan merupakan output dari kegiatan perdagangan, penyaluran dan
pengangkutan yang menghubungkan produsen dengan konsumen.
Untuk pemakai/konsumen, barang dan jasa yang digunakan dinilai atas dasar harga pembeli yakni
harga barang dan jasa sampai di tempat pembeli. Harga pembeli ini termasuk margin perdagangan dan
biaya pengangkutan yang dilakukan oleh pihak lain dan tidak termasuk biaya pengangkutan yang
dilakukan oleh pembeli. Produksi yang berbentuk jasa, harga produsen sama dengan harga pembeli karena
jasa diproduksi dan langsung dikonsumsi pada saat yang sama.

2.7. OUTPUT
Output adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit dalam satu periode waktu
tertentu. Output meliputi:
1) Barang dan jasa yang diproduksi untuk tujuan dijual. Barang dan jasa yang diproduksi
selama satu periode yang sama dan sebagian dikomsumsi sendiri atau diberikan kepada
pegawainya. Sisanya merupakan stok produsen dalam bentuk barang jadi atau setengah
jadi. Barang setengah jadi meliputi barang yang ada dalam proses pembuatan atau
perakitan. Barang setengah jadi sektor konstruksi termasuk dalam output barang jadi
sektor tersebut dan langsung dimasukkan sebagai pembentukan modal tetap bruto.
Pertambahan nilai dari kayu dan tanaman yang ditumbuh, tidak termasuk dalam
perhitungan output karena belum dianggap sebagai komoditi. Output dari sektor yang
memproduksi barang untuk dipasarkan selama satu periode tertentu, tidak sama dengan
penerimaan penjualan pada periode tersebut. Barang yang siap dijual pada satu periode
sebagian diperoleh dari stok periode sebelumnya. Sebaliknya, jika barang yang diproduksi
pada yang sama maka sebagian merupakan stok untuk dijual pada periode selanjutnya.
2) Barang sisa dan produksi ikutan. Barang sisa dan produksi ikutan adalah barang yang
dihasilkan bersama-sama dengan produksi utama misalnya jerami padi, klobot jagung, sisa
guntingan kaleng, plastik dan sebagainya.
3) Margin penjualan barang bekas. Barang bekas adalah barang yang telah digunakan sebagai
konsumsi. Untuk penjualan barang modal bekas, nilai yang dimasukkan ke dalam penghitungan
output adalah selisih nilai penjualan dengan nilai buku barang tersebut. Yang dimaksud dengan
nilai buku adalah nilai barang tersebut setelah disusutkan.
4) Margin perdagangan dan biaya lainnya dalam pemindahan hak atas tanah, hak usaha, hak sewa,
hak paten dan sebagainya.
5) Bunga yang termasuk dalam nilai pemjualan secara kredit.
6) Imputasi biaya atas pelayanan (imputed service charges) bank dan lembaga keuangan lainnya
adalah merupakan selisih bunga yang diterima dikurangi bunga yang dibayar.
7) Sewa untuk gedung, peralatan dan barang-barang lainnya. Imputasi sewa untuk bangunan
tempat tinggal milik sendiri termasuk di dalam perincian ini. Sewa tanah pertanian dan tanah
untuk penggunaan lainnya tidak termasuk dalam perincian ini tetapi dipisah sebagai
pendapatan atas kepemilikan (property income). Untuk memisahkan sewa tanah dengan sewa
bangunan yang pembayarannya tergabung, ditentukan sewa yang mempunyai proporsi paling
besar.
8) Barang dan jasa yang diproduksi untuk digunakan sendiri. Barang dan jasa yang diproduksi
untuk digunakan sendiri meliputi barang dan jasa untuk konsumsi dan pembentukan modal.

2.8. BIAYA ANTARA
Biaya antara terdiri dari barang tidak tahan lama dan jasa yang digunakan di dalam proses produksi.
Barang tidak tahan lama adalah barang yang mempunyai perkiraan umur penggunaan kurang dari satu
tahun. Kenyataannya muncul masalah-masalah didalam membedakan biaya antara dengan balas jasa
pegawai, pengeluaran komsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto.
Contohnya, suatu perusahaan mencatat barang dan jasa yang diberikan kepada pegawai sebagai
biaya antara. Seharusnya pengeluaran ini dimasukkan ke dalam balas jasa pegawai. Pengeluaran pegawai
untuk barang dan jasa sebagai suatu kewajiban berdasarkan perjanjian kerja, diperlakukan sebagai biaya
primer.

2.9. NILAI TAMBAH
Nilai tambah bruto adalah merupakan produk dari proses yang terdiri dari komponen :
a) Upah dan gaji
b) Penyusutan barang modal tetap
c) Pajak tidak langsung neto
d) Surplus usaha
Jika penyusutan dikeluarkan dari nilai tambah bruto maka diperoleh nilai tambah neto. Nilai tambah
bruto merupakan output dikurangi dengan biaya antara.

2.10. KONSEP PENDAPATAN REGIONAL

2.10.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar harga Pasar
Angka Produk Domestik regional Bruto Atas dasar harga Pasar diperoleh dengan
menjumlahkan nilai tambah bruto (gross value added) yang ada dari seluruh sektor perekonomian
diwilayah itu. Jadi dengan menghitung nilai tambah bruto dari masing-masing sektor dan
menjumlahkannya, diperoleh produk domestik regional bruto atas dasar harga pasar.

2.10.2. Produk Domestik Regional Neto (PDRN) Atas Dasar Harga Pasar
Perbedaan antara konsep neto disini dengan konsep bruto diatas ialah pada konsep
bruto komponen penyusutan termasuk di dalamnya dan pada konsep neto komponen
penyusutan dikeluarkan. Jadi PDRB Atas Dasar harga Pasar dikurangi penyusutan, diperoleh
PDRN Atas Dasar Harga Pasar. Yang dimaksud penyusutan disini ialah nilai susutnya turut dalam proses produksi. Jika nilai susut barang-barang modal dari seluruh sektor ekonomi
dijumlahkan, maka hasilnya merupakan “penyusutan”yang dimaksud di atas.

2.10.3. Produk Domestik regional Neto (PDRN) Atas Dasar Biaya Faktor
Perbedaan antara konsep biaya faktor di sini dengan konsep harga pasar diatas ialah adanya
pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada
unit-unit produksi.
Pajak tidak langsung ini meliputi pajak pertambahan nilai, bea ekspor dan impor, cukai dan
lain-lain pajak kecuali pajak penghasilan dan pajak perseroan. Pajak tidak langsung dari unit-unit
produksi dibebankan pada biaya produksi atau pada pembeli sehingga berakibat menaikkan harga
barang. Subsidi yang diberikan pemerintah kepada unit-unit produksi dapat mengakibatkan
penurunan harga. Jadi pajak tidak langsung dan subsidi mempunyai pengaruh terhadap harga barangbarang
yaitu pajak tidak langsung berpengaruh menaikan harga dan subsidi berpengaruh
menurunkan harga. Karenanya jika pajak tidak langsung dikurangi subsidi maka diperoleh pajak tidak
langsung neto dan jika PDRN Atas Dasar Harga Pasar dikurangi pajak tidak langsung neto maka
diperoleh PDRN Atas Dasar Biaya Faktor.

2.10.4. Pendapatan Regional
Dari beberapa konsep yang diterangkan diatas, ternyata PDRN Atas Dasar Biaya Faktor
Merupakan jumlah balas jasa faktor-faktor Produksi yang turut dalam proses produksi di region
tersebut. PDRN Atas Dasar Biaya Faktor merupakan jumlah dari pendapatan yang berupa upah dan
gaji, bunga, sewa, tanah dan keuntungan yang ada atau merupakan pendataan yang berasal dari
region tersebut.
Pendapatan yang dihasilkan itu tidak seluruhnya menjadi pendapatan penduduk region
tersebut, karena ada sebagian pendapatan yang diterima oleh penduduk region lain. Misalnya jika
suatu perusahaan yang modalnya dimiliki orang luar dan perusahaan itu beroperasi di region tersebut
maka keuntungan perusahaan itu sebagian menjadi milik orang luar yakni orang luar yang
mempunyai modal itu. Sebaliknya jika ada penduduk region ini yang menanamkan di luar region
maka sebagian keuntungan perusahaan itu mengalir kedalam region tersebut dan menjadi pendapatan
pemilik modal itu.
Jika PDRN Atas Dasar Biaya Faktor dikurangi pendapatan yang mengalir keluar dan ditambah
pendapatan yang mengalir ke dalam maka hasilnya merupakan PDRN yang merupakan jumlah pendapatan yang diterima (income receipt) oleh seluruh penduduk yang tinggal di region dimaksud
dan produk region neto itu merupakan pendapatan regional.
Jika pendapatan regional dibagi jumlah penduduk yang tinggal di region dimaksud maka
menghasilkan suatu pendapatan per kapita.

2.10.5. Pendapatan Perorang (Personal Income) dan Pendapatan yang Siap Dibelanjakan
(Disposable Income)
Berdasarkan uraian diatas, konsep-konsep yang dipakai dalam pendapatan Regional dapat
diurutkan sebagai berikut :
1) PDRB Atas Dasar Harga Pasar (GRDP At Market Prices) minus : Penyusutan, akan sama dengan
2) PDRB Atas Dasar Harga Pasar (NRDP At Market Prices) minus : Pajak tidak langsung neto, akan
sama dengan
3) PDRB Atas Dasar Biaya Faktor (NRDP at factor cost) Plus : Pendapatan neto yang mengalir dari
luar daerah/luar negeri, akan sama dengan
4) Pendapatan Regional (Regional Income) minus : Pajak pendapatan perusahaan (Corporate Income
Taxes), keuntungan yang tidak dibagikan (Distributed Profit), iuran kesejahteraan sosial (Social
Security Contribution). Plus : Transfer yang diterima oleh rumah tangga, bunga neto atas
hutang pemerintah, akan sama dengan
5) Pendapatan Perorang (Disposable Income). Minus : Pajak rumahtangga, transfer yang
dibayarkan oleh rumahtangga, akan sama dengan
6) Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income)
Susunan itu memperlihatkan pendapatan perorangan merupakan pendapatan yang diterima oleh
rumahtangga dan tidak seluruh Pendapatan Regional diterima oleh rumahtangga.
Hal itu disebabkan sebagian tidak dibayarkan kepada rumahtangga melainkan pajak pendapatan
perusahaan diterima oleh pemerintah, keuntungan yang tidak dibagikan disimpan di perusahaanperusahaan
guna menambah modal dan dana jaminan sosial dibayarkan kepada intansi-intansi yang
berwenang.
Sebaliknya, rumahtangga menerima tambahan yang merupakan “transfer payments”, baik dari
pemerintah maupun perusahaan dan bunga neto atas hutang pemerintah. Jika pendapatan perorang itu
dikurangi pajak yang langsung dibebankan kepada rumahtangga dan hibah yang diberikan oleh
rumahtangga maka hasilnya merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income).


Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya 2004-2006
BADAN PERENCANAAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN TASIKMALAYA
Bapeda Kabupaten Tasikmalaya
BPS Kabupaten Tasikmalaya
http://bapedakabtasik.files.wordpress.com/2008/05/pdrb-kab_kec-2006.pdf